Perjanjian Damai Terburuk, Versailles (Part 2)

Perjanjian damai tentu dibuat untuk menghasilkan kesepakatan antar pihak yang sedang berkonflik agar secara resmi dapat mengakhiri konflik tersebut. Namun terkadang, suatu perjanjian damai gagal dalam mencapai perdamaian yang diinginkan atau bahkan justru menyebabkan konflik yang lebih besar dari sebelumnya. Salah satu contoh yang paling nyata adalah perjanjian Versailles, suatu perjanjian damai yang mungkin akan sangat berpengaruh sepanjang sejarah.

Mungkin kamu bertanya, apakah sebenarnya isi dari perjanjian itu dan mengapa pada akhirnya perjanjian damai ini justru mengakibatkan perang yang lebih besar dibandingkan perang sebelumnya. Salah satu cara untuk memahami perjanjian Versailles mungkin terletak dalam Artikel 231 yang menyatakan Jerman bertanggung jawab atas perbuatannya dan sekutunya yang mengakibatkan segala kerusakan selama perang. Berdasarkan pasal tersebut, Jerman dinyatakan sebagai pihak yang bersalah dan oleh karenanya harus membayar ganti rugi perang kepada sekutu.

Isi dari Perjanjian Perdamaian Versailles

Untuk mempermudah pembahasan, kami merangkum isi dari perjanjian Versailles dalam 3 kategori. Kategori militer, yang pertama General Staff, Staf Jenderal adalah kumpulan dari perwira Jerman yang bertanggung jawab dalam menyusun berbagai rencana dan strategi perang untuk militer kekaisaran Jerman. Organisasi ini harus segera dibubarkan karena dipercaya dapat memicu terjadinya perang, sebagai contoh Schlieffen Plan, yang menyebabkan invasi Jerman ke Belgia direncanakan oleh Schlieffen, kepala dari staf jenderal Jerman.

Yang kedua industri militer, industri Jerman tidak diizinkan untuk memproduksi kembali alutsista perang tertentu seperti tank, pesawat militer, gas beracun, kapal selam dan lain sebagainya. Produk-produk tersebut dianggap bertanggung jawab dalam menyebabkan tingginya jumlah korban atau kerusakan dalam perang sebelumnya.

Ketiga adalah angkatan darat, setelah perang dunia pertama, ada begitu banyak tentara Jerman yang kembali ke negaranya. Mereka semua harus dibubarkan, Jerman hanya diizinkan untuk memiliki personel militer dengan jumlah yang sangat terbatas, yaitu sebanyak 100.000 personel. Berikutnya adalah angkatan laut, Jerman hanya diizinkan untuk memiliki kapal perang dalam jumlah yang sangat terbatas, selain itu akibat kehancuran yang berhasil ditimbulkan oleh armada Uboat dan taktik perang modernnya, Jerman juga dilarang untuk memiliki atau memproduksi kapal selam.

Angkatan udara, sebagian dari pasukan angkatan udara Jerman dari beberapa model pesawat berhasil mencapai Inggris dan menyebabkan kerusakan dengan bom yang mereka bawa. Hal ini membuat Jerman tidak diizinkan untuk memiliki angkatan udaranya lagi. Untuk kategori wilayah, yang pertama adalah Alsace Lorraine, Jerman harus mengembalikan wilayah Alsace Lorraine yang berhasil direbutnya dalam Franco Prusian War pada tahun 1971 kepada Prancis.

Jerman juga harus memberikan hasil dari pertambangan batu bara kepada Prancis dalam jangka waktu 15 tahun. Kemudian Rhineland dijadikan sebagai wilayah demiliterisasi untuk militer Jerman, yang artinya militer Jerman dilarang untuk memasuki wilayah tersebut. Hal ini karena wilayah Rhineland sangatlah strategis untuk pergerakan atau mobilisasi militer. Pasukan yang menempati wilayah tersebut akan sangat mudah melancarkan serangan baik ke Belanda, Belgia dan tentu saja Prancis.

Dalam perjanjian Versailles Jerman juga harus mengakui kemerdekaan Polandia dan memberikannya akses ke laut. Hal ini membuat wilayah Jerman terbelah menjadi 2 bagian, yaitu antara Jerman dan Prusia Timur, wilayah ini dikenal sebagai Police Coridor. Baik Belgia maupun Denmark sama-sama mendapatkan wilayah tambahan dari Jerman dimana Belgia mendapat wilayah Eupen Malmedy dan Denmark mendapatkan wilayah Nordschleswig. Secara keseluruhan wilayah Jerman di Eropa akan berkurang sekitar 10 hingga 13 persen.

Selain itu Jerman juga kehilangan seluruh wilayah jajahannya, baik di Afrika maupun di Asia kepada Inggris, Prancis, Jepang dan sebagainya. Dari sisi kategori politik dan ekonomi, pertama karena dianggap sebagai antagonis utama dalam perang dunia pertama, Jerman tidak diizinkan untuk bergabung di Liga Bangsa Bangsa. Dengan ditolaknya di LBB, suara dan pengaruh Jerman di kalangan internasional menjadi sangat terbatas.

Jerman diwajibkan untuk membayar ganti rugi perang dalam jumlah yang sangat besar, yaitu 132 miliar Mark kepada sekutu sebagai ganti rugi atas segala kerusakan yang diakibatkannya selama perang dunia pertama. Berbagai persyaratan ini yang baru berubah menjadi negara demokrasi yaitu Republik Weimar harus memikul beban yang sangat berat dan dikemudian hari akan dianggap sebagai kegagalan demokrasi serta permulaan dari kebangkitan Jerman Nazi dibawah pimpinan Adolf Hitler.